About Me
Berikut ini saya tuliskan sebuah perjalanan sederhana hidup saya:

foto usang: saat aku masih kecil bersama bapak-ibuku
Saya terlahir sebagai wong ndeso, tepatnya di desa Planjan—orang lebih mengenalnya Lebeng—sebuah desa di Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Kata orang-orang tua, saat itu saya lahir pada subuh (atau dini hari, gak tahu) hari Jum’at Wage, 26 Agustus 1983.
Terlahir sebagai anak pertama dari 5 bersaudara. Adikku yang nomor dua, Itsna Faizal Azqi (alhamdulillah lulus S1, President University). Ketiga, Zalhijar Try Handoyo (baru lulus STM). Keempat, Hanif Afnanindiya, yang sudah almarhum. Kelima, yang paling imut dan cute, Azzah Nahdiyya Armina (masih Paud). Kelimanya, laki-laki 4 sementara yang terakhir, perempuan.
Kedua orangtu saya terbilang sederhana, namun disiplin. Ibu saya adalah seorang Guru SD milik pemerintah di kampung. Sementara bapakku, kerja tak menentu yang setiap saat bisa berubah statusnya. Kadang menjadi tukang kayu di rumah atau dimintau saudara, membuatkan mebel, kursi, meja, dipan, dan perkakas dari kayu. Namun saat saya menulis ini, beliau bekerja di sebuah pabrik di Bekasi, tentunya masih berprofesi yang sama: tukang kayu. Mungkin itu, keahlian tetapnya.
Lulus Sekolah Dasar Negeri Planjan 01, pada tahun 1995. Di SD yang sederhana namun Favorit di kampungku inilah, pertama kali saya meraih beberapa penghargaan. Pernah satu kali menjadi wakil dari dabin mengikuti seleksi murid teladan tingkat kabupaten, meski tak lolos akhirnya. Kemudian, di suatu saat juga menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), sebuah ajang yang cukup bergengsi di tingkat kecamatan, hingga kabupaten.
Alhamdulillah memang, terlahir dengan pemberian bakat dari Tuhan sedikit bisa melantunkan suara yang agak merdu. Tapi itu kata orang. Menurutku sih, biasa aja. He.. he…
Lantas, perjalanan pendidikanku berlanjut ke tingkat SMP. Kali ini, saya sedikit menyeberang ke utara cilacap, Purwokerto. Di situ, saya mendarat di MTs Negeri Purwokerto. Entah, dulu seingatku, saya masuk ke sekolah ini atas saran dari pamanku yang punya adik ipar di situ. Sehingga saya disarankan masuk di situ, tentu dengan harapan yang sama (katanya) bisa cumlaude seperti saudarku itu.
Di Purwokerto ini, saya justru tak merasakan kenyamanan. Terbukti dengan hasil kelulusan saat itu yang tergolong buruk, dan ngisin-isini pokoknya. Namun, saat itu, saya sempat nyantri selama dua tahun di sebuah pondok pesantren di Kebon Kapol Sokaraja Lor, Banyumas: Assunniyyah. Meski tak punya bekal keagamaan yang cukup, namun, dari pesantren inilah saya mengenal dan mengetahui banyak hal.
Tradisi orang NU, dunia pesantren, para kyai, kesederhanaan, prihatin, puasa ngrowot, amalan-amalan, merokok, termasuk menyukai lawan jenis dengan percobaan ngintip bareng santri yang lain di saat sepi. Ah, sebuah pengalaman yang cukup menggelikan sekaligus ngangeni. Di pesantren ini pula, aku menemukan guru ngaji qiroah, yang menjadi perawat suara merdu para santri. Di sini belajar lagu-lagu indah dalam melantunkan ayat-ayat al-Qur’an.
Banyak hal yang bisa aku rasakan di pesantren ini. Sehingga saya perlu mengucapkan terima kasih pada para kyai, khususnya Kyai Hasyim Murtadho, sebagai penerus generasi KH. Imam Mudatsir di pesantren ini. Tak lupa para kyai dan ustadz di pesantren ini, terima kasih atas jasa kalian. Tak akan saya lupakan.
Puas di pesantren ini, lantas saya kembali merapat ke kampung halaman, kembali melanjutkan di Cilacap.
Akibat jebloknya hasil ujianku di MTs, maka praktis saya melanjutkan di MAN Cilacap. Di sinilah, kebiasaan yang buruk sebelumnya masih terpelihara, sementara juga bersamaan dengan itu, tetap ada kemajuan yang lain. Penghargaan sebagai siswa teladan mewakili sekolah juga kembali aku dapatkan di sini. Dan yang paling tak bisa dilupakan adalah, aku berhasil mendapatkan penghargaan Qori’ terbaik di tingkat Karesidenan. Sehingga berhak maju ke tingkat provinsi. Saat itu, diselenggarakan di Rembang, namun aku tak berhasil merebut juara di sana. Yach, cukup menyenangkan lah.
Di sekolah ini pula, bakat aktifis dalam diri saya mulai terpupuk. Dari mulai menjadi wakil ketua Osis, Pramuka, Mading dan sempat pula punya grup band, yang insidental, karena menghadapi masa perpisahan.
Lulus MAN pada tahun 2001. Coba-coba ikut PMDK di IAIN eh, malah masuk. Mungkin karena memang gampang ya masuk IAIN, dan sudah mendapat porsi sekolah. Kuliah di IAIN juga membentuk satu pola tersendiri dalam hidup saya. Pertama, pola aktifisme yang masih melekat. Berbagai organisasi aku jajal. PMII, BEM, JQH (jam’iyyatul qurra’ wal huffadz), Pers Mahasiswa JUSTISIA, dan terakhir mendirikan Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang bersama sahabat-sahabat seperjuangan.
Pernah menjabat sebagai Ketua BEM Jurusan al-Ahwal al-Syakhsiyyah (hukum perdata islam) Fakultas Syari’ah. Kemudian BKM F. Syari’ah, sejenis BEM Fakultas. Dan juga masuk dalam jajaran BEM IAIN Walisongo Semarang. Di sela-sela itu, saya dan teman-teman jurusan al-Ahwal al-Syakhsiyyah se Indonesia, saat itu dengan Hasyim Wahid (IAIN Suka Yogyakarta), mendirikan FKAMASI, Forum Komunikasi Mahasiswa al-Ahwal al-Syakhsiyyah se Indonesia.
Saya praktis jarang mengikuti perkuliahan, karena terpengaruh oleh tradisi aktifisme mahasiswa yang cukup hanya dengan mengikuti kegiatan kampus, kenal dengan banyak dosen, dan melobi dosen, dapat nilai, cukup. Itu aja. Masih sempat juga merasakan hangatnya semangat demonstrasi di jalan, gedung DPRD Jateng, kejaksaan, dan pengadilan. Semuanya terbentuk begitu saja, menciptakan ruang-ruang tersendiri bagi perjalanan hidup saya.
Saat itu pernah juga mengikuti beberapa program pendidikan non formal, seperti Program pelatihan History of Tought (HOT) Yayasan USC Satunama (Yayasan Kanada) tahun 2004. Pelatihan Advokasi dan HAM PBHI di Purwokerto, pada tahun 2005. Kemudian, di tahun yang sama, bersama LSM Perdikan di Kota Semarang, pernah ikut belajar mengadvokasi kelompok PKL (pedagang kaki lima) se-kota Semarang.
Dan yang paling penting adalah pengalaman jurnalistik di kampus ini. Bersama temen-temen di JUSTISIA, saya banyak menyerap tradisi nongkrong sampai malam, bicara ngalor-ngidul tentang filsafat (meski tak matang), sosiologi, hukum, politik, dan fenomena yang sedang hangat diperbincangkan. Semuanya menjadi bentuk kaderisasi yang sangat membekas dalam diri saya. Di sinilah, saya mengenal bagaimana menggarap sebuah majalah, koran, menulis di Jurnal, berikut managemen penerbitan media kampus.
Dengan tradisi ilmiah ini, saya betul-betul merasakan bagaimana bahagianya waktu itu, 4 April 2003, sebuah tulisan berjudul Kembalikan Saja ke Tujuan Pendidikan terpampang di harian nasional Jawa Pos. Seingatku, waktu itu tengah ramai diperbincangkan RUU Sisdiknas. Di titik itulah, tradisi menulisku mulai terbentuk, meski masih amburadul dan tak seprofesional yang lain. Namun, saya merasa kebiasaan menulisku ini sudah sampai pada tahap kehausan, dan kenikmatan untuk tetap menjalaninya. Dan alhamdulillah, tradisi itu, sampai sekarang masih saya jaga dengan baik.
Dan kemudian, menyusul beberapa tulisan yang lain, seperti:
- Dekonstruksi dan Rekonstruksi Sistem Ketidakadilan (Jawa Pos, 19 September 2003)
- Membumikan Wacana Gerakan Anti Politisi Busuk (Radar Banyumas, 17 Februari 2004)
- Menjauhi Dendam pada Mahasiswa Baru (Jawa Pos, Agustus 2005)
- Orientasi Kultural Gerakan Mahasiswa (Suara Merdeka, 22 Juli 2004)
- Membangun Nalar Teks yang Membebaskan (Buletin at-Taharruriyyah)
- Azahari, Fundementalisme dan Terorisme (Jaringan Islam Liberal, 2005)
- Kuota Caleg Perempuan, Masih Utopis (Radar Banyumas, 12 Februari 2004)
- Dekonstruktif Liberal; Membaca Arah Studi Qur’an Kontemporer (Jurnal Justisia edisi 23)
- Farid Esack; Profil Muslim Progresif (Jurnal Justisia edisi 24)
- Agama Menindas Kaum Homoseksual; Kisah Luth sebagai Justifikasi Teologis Agama-Agama Semit (Jurnal Justisia edisi 25), Ketika [Tu(h)an] “Allah” Bermetamorfosis; Klarifikasi Teologis Fenomenologis Ide keTu(h)anan dalam Tradisi Semitik (Jurnal Justisia edisi 26)
- Sirkulasi Wahyu Akal Ide; Menghadirkan Wahyu Rasional (Jurnal Justisia edisi 27)
- Kemerdekaan dan Keterbukaan Beragama (Wawasan, 25 Agustus 2006)
- Diskriminasi Politik Perempuan (Wawasan, 14 Maret 2007)
- Capres Harus S1 dilihat dari sisi ‘Fiqh’ (Wawasan, 9 April 2007)
- Di Balik Ruwetnya Kasus Meruya (Wawasan, 19 Mei 2007)
- FPI dan Infiltrasi AS (Wawasan, 20 Juni 2008)
- Penculikan Anak Berdalih (mendirikan) Negara (Wawasan, 7 September 2007)
- Mikul Dhuwur Mendhem Jero (Suara Merdeka, 29 Januari 2008) (baca)
- Pemerintah dalam Teror Posmodernisme (Suara Merdeka, 9 April 2008) (baca)
- Modernisme, Zuhud dan Pertaubatan (Majalah Kristiani ‘INSPIRASI’, Edisi No. 42 Tahun IV Februari 2008).
- Mengapa Gus Dur Hantam KPU (www.inilah.com ‘Citizen Jurnalism’, 30 Desember 2008)
- Ketika Isu Palestina ditunggangi (www.inilah.com ‘Citizen Jurnalism’, 3 Januari 2009)
- Mengapa PKB Bahas Capres? (www.inilah.com ‘Citizen Jurnalism’, 8 Januari 2009)
- Demokrat Pamer Jasa Turunkan BBM (www.inilah.com ‘Citizen Jurnalism’, 14 Januari 2009)
- PKB dan Sayap-sayap Patah (www.inilah.com ‘Citizen Jurnalism’, 18 Januari 2009)
- Gatara Tegal Dideklarasikan (www.inilah.com ‘Citizen Jurnalism’, 9 Februari 2009)
- Ponari dan Birahi Jaipong (www.inilah.com ‘Citizen Jurnalism’, 23 Februari 2009)
- Gus Dur Somasi Ikhsan (www.inilah.com) Citizen Jurnalizm, 26 Februari 2009)
Sempat juga bersama sahabat Tedi Kholiludin (yang kini menjadi mahasiswa S3 UKSW Salatiga), Iman Fadhilah (yang sudah menjadi asisten dosen di IAIN Ws Semarang dan Univ. Wahid Hasyim Semarang), Akhmad Khoirul Umam (yang telah terbang kuliah di negeri Kanguru Australia), M. Kholidul Adib (PMII Korcab Jateng), dan sahabat-sahabat lain menerbitkan beberapa buku secara bersama.
Dekonstruksi Islam Mazhab Ngaliyan (eLSA, 2004), Runtuhnya Negara Tuhan, (INSIDE, 2004), Indahnya Kawin Sesama Jenis (eLSA, 2004). Buku terakhir inilah, yang sempat memicu kontroversi besar di jagat IAIN dan sekitarnya. Sempat menjadi buah bibir di kalangan akademisi dan para ulama sekitar, karena judul dan isi buku tersebut yang begitu provokatif dan tak mencerminkan visi keislaman.
Memang diakui, saat itu tulisan dalam buku yang terkhir itu, terinspirasi oleh satu ide pemberdayaan kelompok minoritas baik secara agama (ahmadiyah, misalnya), sosial, dan Gender (contohnya kaum homoseksual). Dari sinilah titik picu perang dengan kelompok islam normative; para kyai dan akademisi IAIN. Namun dalam biografi ini, saya ingin berkata jujur bahwa tulisan dalam buku tersebut sebenarnya lebih pada sekadar eksplore atas permasalahan homoseksual dalam kacamatan islam, dalam hal ini fiqh (hukum islam). Itu saja.
Jika kemudian menyembulkan suara-suara miring, sebenarnya itu lebih pada permainan media yang memberitakan serta distorsi masing-masing yang melebih-lebihkan dan mengurangi substansi tujuan utama kami saat itu.
Saya akhirnya mengakhiri perkuliahan di kampus ini dengan indah dan agak sedikit lama, dalam waktu lima tahun. Skripsi saya berjudul: “Hermeneutika Pembebasan dan Implikasinya terhadap Pembaruan Hukum Islam (Studi Kasus Pemikiran Farid Esack tentang Reinterpretasi Konsep Dzimmi)”.
Dan puji Syukur, sekitar awal bulan September 2006, saya di wisuda. Senang sekali saat itu karena dengan diwisuda, maka saya tak lagi memberatkan orang tua di kampung, alias stop uang saku.
Sejak itulah, praktis sudah mulai harus berdiri sendiri, membiayai hidup. Dan tentu dengan kebiasaan utang sana-sini, gali lobang tutup lobang kata Bang Haji Roma, makan juga tak tentu waktu, serta berupaya keras cari proyek-proyek halal guna menyambung hidup.
Dengan lembaga eLSA besutan temen-temen satu angkatan saya itulah, kita berhasil menyambung hidup dengan cara mengadakan rountable discussion di kampus-kampus se-Semarang, atas prakarsa lembaga JIL (jaringan islam liberal) dan TIFA waktu itu. Ya, lumayan lah.
Akhirnya, pada sekitar bulan Mei 2007, saya berangkat ke ibu kota, Jakarta. Saat itu, rencana awal adalah menggantikan posisi senior saya (Aziz Hakim) yang berhenti dari tempatnya bekerja sebagai editor di Mahkamah Konstitusi Press. Namun, niat awal itu kemudian justru berubah 180 derajat sampai sekarang.
Singkat cerita, saya diminta membantu bekerja di sekretariat jenderal DPP-PKB di Jalan Kalibata Timur 1 nomor 12, Jakarta Selatan, sampai sekarang.
Kira-kira itulah perjalanan singkat dan sederhana hidup saya.
Salam.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.







Salam kenal ya mas. :)
Komentar oleh Tongkonan — 12 Februari 2009 #
salam kenal juga untuk tongkonan. sukses selalu buat anda.
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 12 Februari 2009 #
Salut tuk ananda yang smart.Teruskan cita-citamu.ortuu pasti bangga punya anak seperti kamu. By the way, kamu sdh nyaman jd org Jkt? Alhamdulillah. Tapi jangan lupa dengan kampung halaman.Paling enggak kamu harus punya ikatan khusus dengan mereka yang ada di kampung, terutama keimanan mereka. Itu lho memakmurkan mesjid dan SDM anak-anak dan remaja.Gimana caranya supaya mereka ngga gaptek tapi juga tangguh dan punya keimanan yang kuat.
Komentar oleh astutiana — 21 Februari 2009 #
matur suwun, terima kasih to Astutiana. sudah mengingatkan dan menyarankan saya.
senang sekali anda menyempatkan waktu mengunjungi blog yang sederhana dan alakadarnya ini.
salam kenal
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 21 Februari 2009 #
Ass, lama gak berkunjung smg baik-baik aja. brp banyak tulisan yang ananda buat tuk meramaikan capres RI 09-14 ? Bunda lg sibuk cr sekolah tuk si bungsu alhamdulillah dapat di MTSN I ska, di klas PK.selain itu jg sibuk buat PTK dah sampai bab 3 tapi macet.Doanya ya.. dan salam tuk keluarga.
Komentar oleh astutiana — 30 Mei 2009 #
Matur suwun dah mampir ke 8dk..boleh ToekAran Link Om Wi2t…Mbok Menawi VanZenen9an KerSa? Nggih…
TengkYu
Komentar oleh belajardarikecil — 23 Februari 2009 #
lho seneng sekali, kalau njenengan kersa tukar link… segera saya pasang namanya di blog roll saya….
matur suwun
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 23 Februari 2009 #
Jujur saya suka dgn tulisan ananda. Mungkin lain kali kita bisa berbagi ilmu dunia akherat yang bisa kita applied sehari-hari. Dunia saya masih sekitar rumah,sekolah,majlis taklim en mesjid.kalau pengalaman hidup saya gak jauh beda dgn your Mom kali…Boleh ya next time you share obout your Mom pasti dia ibu yang hebat. Yang sdh mewarnai perjalanan hidupmu.Send my regard to your family.
Komentar oleh astutiana — 24 Februari 2009 #
to:astutiana
terima kasih pujiannya… tapi saya takut kalau dipuji jadi lupa diri, mending anda kritik saya. karena dengan kritik itu saya jadi bisa merasakan diri saya sendiri yang sebenarnya. tapi, sekali lagi terima kasih.
soal usulan ibu, boleh aja…tapi saya masih belajar menulis yang baik, jadi masih harus tertatih deh mewujudkan itu… he he…
sukses ya…
salam.
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 24 Februari 2009 #
asslmkm,
mas, sy pgn jg loh ikut pmdk iain wali9. tlg kem-in info = syarat2nya ke email sy ya!
matur nuwuuun bgat tas infonya!
wass
Komentar oleh nadjieb — 26 Februari 2009 #
oiya mas, kl bisa sblm tgl 26 feb siang ya, mas.
sX lagi, matur nuwun….
Komentar oleh nadjieb — 26 Februari 2009 #
to: nadjieb.
biasanya, masing-masing sekolah (SMA) telah diberikan brosurnya. tinggal siswa bisa isi, tentunya sesuai dengan standar yang ditetapkan. itu waktu saya masih di MAN dulu.
entah sekarang … mending mas nadjieb kontak ke humas IAIN saja (http://humaswalisongo.blogspot.com/) langsung.
terima kasih sudah mampir ya
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 26 Februari 2009 #
mas, dah tak coba buka, tp koq trakhir di-update th2008 y?
ya, mas kan aktivis kampus, ms g denger info = syarat2nya ?
tlg bgt ya mas…
Komentar oleh nadjieb — 26 Februari 2009 #
salam kenal aja,
Komentar oleh dumaery — 27 Februari 2009 #
@dumaery17
salam kenal balik juga ya… senang sekali anda berkunjung ke blog sederhana saya. terima kasih. semoga sukses selalu.
salam
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 27 Februari 2009 #
Salam kenal juga. Terus berkarya dan semoga sukses selalu :)
Komentar oleh msubhanzamzami — 4 Maret 2009 #
sobatku yang baik hati kalau boleh berkenan ana punya saran nih mudah-mudahan ada manfa’atnya untuk kita semua, bukankah Alloh telah memberi kita nasehat janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain…baik dengan lisan kita…dengan tulisan kita…atau dengan apa saja, so mari kita tetap berlomba-lomba dalam kebaikan…selama ini ini yang saya dapatkan dari para guru-guru kami di pondok Mujahidin da’wah Muhammadiyah PWM DIY, jadi kemana saya pergi disitu satu prinsip yang tetap saya pegang…dimanapun kita bekerja dimanapun saya ditugaskan…bahkan bisa jadi partai kita yang berbeda-beda tetapi kita tidak boleh lupa siapa diri kita dan asal usul kita bahwa kita harus tetap mencintai muhammadiyah ini sebagai gerakkan kita dan menghidup-hidupinya dengan akhlaq mulia…menebarkan salam bagi semua, dan keindahan hati kita ini nantilah yang akan terpancar menyejukkan bagi para pendengar dan pembaca kita…so selamat mencoba sobat…orang-orang akan jatuh hati…insya Alloh
Komentar oleh saifuddin zuhri — 15 Maret 2009 #
sulitnya masuk ke blog ini why
Komentar oleh saifuddin zuhri — 15 Maret 2009 #
@saifuddin zuhri
terhormat sekali saya mendapatkan masukan dan saran dari anda… terima kasih… Semoga Tuhan Memberkati… Amiiin
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 15 Maret 2009 #
as…..
aku dah cari2 temen alumni 2001 ternyata ketemu juga….ternyata temen sejatiku
dah sukses. Amin
doakan aku juga moga bisa menyusul jd orang sukses………….ada salam juga dari temen2 yg lain buat km pokoknya buayak deh
Komentar oleh sutri /uastra — 13 Mei 2009 #
terima kasih doanya Tri…
siapa aja yang ketemu sama kamu? salam buat mereka semua ya…
saling mendoakan Tri, semoga kamu juga sukses… Amiiin
salam
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 14 Mei 2009 #
salam kenal mas :)
ikut numpang belajar di sini yach …
Komentar oleh kopral cepot — 21 Mei 2009 #
Salam kenal juga buat mas Kopral Cepot… terima kasih sudah berkunjung, kita sama-sama masih belajar.
salam…
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 21 Mei 2009 #
Assalamu’alaikum
Salam kenal.. ojolali mampir di blog ini, baco artikel2 Islam bermutu, Insyallah.
wassalam
Komentar oleh SELAYANG PANDANG — 21 Mei 2009 #
insyaallah …
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 21 Mei 2009 #
Q jg alumnus sd n planjan 1 angkatan 2001/2002 lg cr info soal sd planjan 1 nih mau ta ajain bwt web n sekalian buat tugas kul Q
kl ad info bs hubungi Q di
http://muga-jogja.blogspot.com (blog sehari2)
http://1000triksulap.blogspot.com (blog trik)
http://kucing-bercinta.blogspot.com (blog IT)
http://friendster.com/filiz08
Komentar oleh filiz — 23 Mei 2009 #
wah, matur suwun wis berkunjung nang blogku ya… kie nyong karo ko ngapak bae lah bahasane. ana account facebook pora sampean? suwun. salam
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 24 Mei 2009 #
Mas Wiwit… salam kenal ya,
membaca biografi diatas, ternyata hari lahir kita terpaut 4 hari, sampeyan 26 Agustus, saya 30 nya… Melalui blog, mudah-mudahan terjalin tali silaturahim karena pada dasarnya kita adalah saudara. Untuk mempermudah akses, saya sudah tautkan blog Mas wiwit di blog saya… Terima kasih
Wassalam
Komentar oleh Casrudi — 23 Mei 2009 #
mas Casrudi..
salam kenal balik ya… senang sekali anda bisa berkunjung ke blog yang sangat sederhana ini, dan ternyata kita punya kedekatan tanggal kelahiran, paling tidak sifat dan pendirian kita tak jauh berbeda bukan? he he…
terima kasih sudah ditautkan, akan saya taut balik di blogroll saya..sukses selalu untuk anda.
salam
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 24 Mei 2009 #
Salam kenal mas wiwit, baca artikel artikel Islam bermutu. BERKUNJUNG KESINI
Komentar oleh SERAYA LeWat — 25 Mei 2009 #
salam kenal om
Komentar oleh Rivanlee — 6 Juni 2009 #
perjalanan hidup yang berlika-liku. moga-moga jadi orang gede, dan gak lupa diri.
Komentar oleh Indra Hasbi — 18 Juni 2009 #
Amiiin, terima kasih atas doanya… insya allah.
terima kasih sudah berkunjung
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 18 Juni 2009 #
Kisah Yang Menarik.
Salam mas Jom Tukerin Link
Linknya dah aku pasang
Tens…
Komentar oleh Rustan — 27 Juli 2009 #
blog yang sangat menarik.
Salam kenal dari saya.
Komentar oleh deden — 13 Agustus 2009 #
terima kasih kang Deden
salam kenal kembali.
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 13 Agustus 2009 #
makasih ya mas
ne kapan pulang?
Komentar oleh fajar paundra — 3 September 2009 #
Gimana cilacap aman to ? semoga ada hikmah di balik gempa jawa.
Komentar oleh astutiana — 7 September 2009 #
alhamdulillah aman bun, semua keluarga juga sehat.
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 11 September 2009 #
Sungguh perjalanan hidup yang hebat. salut dan sukses selalu.
Salam kenal.
Komentar oleh Singal — 11 September 2009 #
amiiin, terima kasih. salam kenal
Komentar oleh wiwit r fatkhurrahman — 11 September 2009 #
salam kenal mas, Sukses selalu
Komentar oleh bintang — 27 Oktober 2009 #