Prihatin, mengutuk, dan mengecam aksi-aksi kekerasan yang selama ini dijalankan. Mungkin itu yang seharusnya menjadi statemen pemimpin kita. Namun, apa yang terjadi, justru sebaliknya Pak Presiden kita justru berbicara dengan santai begini: “Berikan pencerahan yang bijak dan mencerdaskan seraya terus menunjukkan keteladanan di lingkungan umat saudara masing-masing,” kata SBY seperti diberitakan Koran Jakarta, 18 Mei [...]
Arsip untuk ‘Sospol’ Kategori
SBY Pede bicara sikap Toleransi
Diposkan dalam dari Media, Sospol, Label kekerasan, SBY, toleransi pada 18 Mei 2012 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Berapa Luas Hutan Kita Sekarang?
Diposkan dalam Sospol, Label alam, deforestasi, HPH, hutan, kehutanan, kerusakan, lingkungan, luas hutan pada 21 April 2012 | Tinggalkan sebuah Komentar »
“Hutan Sumatera Semakin Kritis”, demikian judul besar harian Kompas di awal pekan lalu. Di dalam judul tersebut, tersusun data, berita dan fakta ikhwal kerusakan lingkungan hutan kita. Kawasan konservasi, hutan lindung, hutan produksi, hutan produksi terbatas, dan taman nasional yang seharusnya dilindungi malah dirambah untuk pengambilan kayu, perkebunan dan penambangan. Yang memprihatinkan, aktifitas koruptif ini [...]
Mengenal Istilah Kehutanan
Diposkan dalam Sospol, Label adat, agraria, alam, HPH, hukum, hutan, kehutanan, kerusakan, lingkungan, perambahan, tanah pada 21 April 2012 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Hari-hari ini, koran Kompas mengulas cukup detil masalah kehutanan. Di sana tercermin bagaimana kondisi hutan kita semakin hari kian memprihatinkan. Miris membaca berita ini. Mungkin banyak orang tak melirik sepanas mereka mencermati berita politik di tanah air. Namun justru isu seperti ini lebih penting dari segalanya. Soal hutan tentu, seperti banyak orang bilang, menjadi paru-paru [...]
Menunggu, Setgab Cerai atau Rujuk lagi?
Diposkan dalam Sospol, Label Demokrat, golkar, koalisi, kontrak politik, pan, partai politik, PKB, PKS, PPP, SBY, setgab pada 5 April 2012 | 1 Komentar »
Yang satu menunggu sikap sang pentolan koalisi, di lain tempat sudah sesumbar usir dan melontarkan isarat cerai, alias putus kontrak. Mungkin dalam istilah perkawinan, ini Talak Tiga. Namun, semua itu masih cerita di sana-sini yang terbang tak jelas kapan landingnya. Kita lagi-lagi disuguhkan dengan adegan pak Beye yang lama sekali tak kunjung memutuskan sesuatu, di [...]
Gonjang-ganjing Koalisi, Ini Isi Kontraknya.
Diposkan dalam Sospol, Label BBM, Boediono, DPR, koalisi, Paripurna, partai politik, politik, SBY pada 5 April 2012 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Gonjang-ganjing politik rasanya tak ubah seperti drama yang satu sisi menarik sebagian pihak, namun tak jarang juga yang merasa muak karena membosankan. Lihatlah fenomena keretakan hubungan koalisi partai politik di pemerintah SBY-BOed, tak habis cerita media-media kita merangkai kata membentuk citra tentang sebuah koalisi yang retak akibat momentum isu kenaikan harga BBM di arena sidang [...]
Dari sebuah SMS
Diposkan dalam Sospol, Tentang Gus Dur, Label Amir Syamsudin, hukum, janggal, Kemenkumham, Parpol, partai politik, PKBN, politik, verifikasi, Yenny Wahid pada 29 Desember 2011 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Hari-hari ini, minggu-minggu ini kiranya menjadi catatan kelam buat teman-teman saya seperjuangan, para Gusdurian di PKBN. Jika televisi, media cetak dan lembaga baik pemerintah maupun non melakukan refleksi akhir tahun, justru kita mengelus dada melihat tingkat pongah pemerintah, cq. Kemenkumham yang berlaku tak adil dan menjegal hak-hak politik Gusdurian.
Kawin, cerai di tengah jalan
Diposkan dalam Sospol, Label cakada, cerai, dicky candra, foke, garut, jakarta, kawin, kepala daerah, mundur, pimpinan daerah, prijanto, rano karno pada 27 Desember 2011 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Hmm… mau nulis apa ya. Otak masih belum napak di bumi, mengawang dan berharap ada sesuatu yang nyangkut… ha ha.. kaya layangan aja. Akhir-akhir ini lagi ramai diperbincangkan fenomena pasangan yang cerai di tengah jalan. Namun mereka cerai bukan di muka hakim agama, namun justru mengajukan surat pengunduran diri, terutama ke sang menteri yang menaunginya, [...]

