Sebuah pilihan pahit, memang, jika kita menyaksikan keputusan pemerintah, terhitung mulai tanggal 1 Maret 2005 ini menaikkan harga bahan bakan minyak (BBM). “Tapi ini bukan rencana (yang dibuat sehabis) bangun tidur”, begitulah ungkapan presiden SBY. Setidaknya sejak pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Program Pembangunan Nasional tahun 2000 bahwa subsidi untuk sumber energi harus sampai pada titik nol [...]
Arsip untuk ‘Arsip Masa Lalu’ Kategori
Merancang Kompensasi BBM
Diposkan dalam Arsip Masa Lalu, Label BBM, Kompensasi pada 1 Maret 2005 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Prioritaskan Kemaslahatan Warga Joglosemar
Diposkan dalam Arsip Masa Lalu, Label joglosemar, maslahat pada 23 Januari 2005 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Buntut dari ‘jatuhnya palu’ hasil pembahasan di lembaga eksekutif-legislatif adalah persetujuan Komisi C DPRD Jawa Tengah dalam penyertaan modal Jalan Tol Semarang Solo (selanjutnya: JTSS, ada yang menyebut JT Joglosemar) Rp 100 miliar dalam RAPBD 2005 (SM, 4/12/04). Namun desain besar JTSS ini kemudian menyisakan dampak ikutan yang tak boleh dikatakan ringan. Pasalnya, sepanjang ada [...]
SBY 100 Hari: Rekonsiliasi Ala Mandela
Diposkan dalam Arsip Masa Lalu, Label 100 hari, mandela, rekonsiliasi, SBY pada 15 Desember 2004 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ada cerita menarik dari bumi Afrika selatan; kurang lebih 10 tahun yang lalu (tahun 1994), Nelsen Mandela memenangkan pemilu demokratis pertama di daerah itu. Kondisi negara saat itu berantakan, integrasi negara tercabik-cabik dan ekonomi negara amburadul karena politik Aphartheid yang memberikan perlakukan diskriminatif antara warga kulit hitam dan kulit putih. Langkah pertama Mandela untuk memperbaiki [...]
GM: Heroisme Mediatik
Diposkan dalam Arsip Masa Lalu, Label gerakan mahasiswa, heroisme, mediatik pada 23 Oktober 2004 | Tinggalkan sebuah Komentar »
“PANTA REI”! demikianlah ungkapan Heraclitos (534-475 SM) yang terkenal ribuan abad lalu, dengan segera terasa melesat dalam pikiran kita ketika menyaksikan kisah dramatis kejatuhan rezim untouchable Soeharto. Tak ada perubahan di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri, begitulah hukum “besi sejarah” yang menjadi bukti kebenaran ungkapan filsuf Romawi klasik tersebut. Nah, dalam konteks Indonesia, hal [...]
Dosen Killer, Tanamkan Nalar Kekerasan
Diposkan dalam Arsip Masa Lalu, Label dosen, Freek Coulombijn, J. Thomas Lindblad, kampus, kekerasan, killer, mental, nalar pada 15 Juli 2004 | 4 Komentar »
INDONESIA IS A VIOLENT COUNTRY (Freek Coulombijn dan J. Thomas Lindblad dalam Roots of Violence in Indonesian: 2002). Kalimat tersebut tampaknya relevan dengan fenomena dosen killer di kampus. Mengapa? Karena perilaku dosen killer jika kita lihat telah mengarah pada aksi kekerasan: mental (penghilangan kreatifitas) dan ilmiah. Dosen killer, memang hanya sebuah nama. Namun bukan berarti [...]
Mengantisipasi Kekerasan Pasca Pemilu Legislatif (2004)
Diposkan dalam Arsip Masa Lalu, Label 2004, antisipasi, kekerasan, partai, pemilu, politik pada 5 April 2004 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota Legislatif tahun 2004 baru saja digelar. Sebagian dari rakyat kita telah menggunakan haknya untuk memilih wakil yang menjadi tumpuan aspirasinya. Hasilnya, entahlah, masih samar. Yang jelas, ada pihak yang di(menang)kan dan yang di(kalah)kan. Lazimnya, buntut dari semua itu adalah maraknya aksi kekerasan (violence) pasca Pemilu. Fenomena yang sama sekali tidak kita [...]
Antara Orisinalitas dan Kekinian: Upaya Eklektisisme Budaya
Diposkan dalam Arsip Masa Lalu pada 3 April 2004 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Historisisme instan (perilaku yang terjebak pada tumpuan sejarah masa lalu) acapkali menjadi penyebab utama kita (baca: masyarakat Arab/Islam) ke dalam sikap yang stagnan dan ‘sepi’ akan aksi kritis dan progesif, karena perjuangan orisinalitas. Nalar kita terbelenggu oleh rujukan masa lalu yang senantiasa gagap akan perubahan zaman (kekinian), dan eksklusif di tengah-tengah pluralisme nilai dan budaya. [...]

