Akhir tahun, memang sering menjadi momen yang istimewa bagi sebagian orang. Ada yang kongkow, jalan-jalan, nongkrong di tempat publik, hingga sampai makan-makan atau juga melek semalaman, sering dihiasi dengan kembang api, petasan, dan lainnya.
Pokoknya, tahun baru itu ya seneng-seneng dan mung sebagian ada yang foya-foya dengan menghambur-hamburkan duitnya demi sebuah kesenangan. He he… memang begitulah tahun baru dari waktu-ke waktu. Bahkan ada juga yang foya-foya itu dihabiskan dengan minum2an keras atau juga pesta seks… wuh, kalau yang ini gak tahu deh…
Alhamdulillah, di akhir tahun 2011 ini, saya termasuk orang yang tidak punya nafsu lebih untuk keluar rumah. Ada alasannya, pertama lagi gak punya duit. Kedua, lagi males. Terus cape. Dan khansa, anakku juga phobia sama bunyi2 yang keras, seperti petasa serta kembang api. Alhamdulillah ya, khansa sendiri sudah gak mau keluar-keluar malam. “takut ada petasan,” katanya.
Ya, sudah lengkap deh. Akhirnya, malam akhir tahun ini, cukup dengan ngopi dengan ditemani pisang goreng. Istri yang gorengin. Itu sudah cukup untuk menghabiskan malam akhir tahun ini. ha ha…
Selamat menutup tahun 2011 masehi ini, dan selamat datang tahun 2012. Memang tahun 2011 ini kita patut prihatin dengan kondisi bangsa yang begitu tengah sekarat diliputi berbagai masalah, dari mulai masalah keberagamaan yang masih dibayangi dengan eksklusifisme keberagamaan, kekerasan, pembantaian, bahkan pembunuhan sesama umat beragama, hingga sengketa lahan yang memercikkan persoalan HAM. Sungguh gambaran buruk bangsa ini masih terasa lekat menyapa kita.
Makanya, kita patut sakit dan perih ketika mendengar si pemerintah, justru tebar pesona sok bersih dan santun dengan bilang bahwa negara ini semakin terbebas dari problem kemiskinan, dan semakin sejahtera… oh, pak presiden, beraninya anda bilang kita makin maju. Sepertinya justru sebaliknya. Bagaimana dengan tahun depan?
Like this:
From → Serak Makna

