Mengingat Gus Dur
Sudah gak terasa ya, dua tahun, almarhum Gus Dur meninggalkan kita semua. Sejak kepergiannya di penghujung tahun 2009 (30/12), bangsa ini seperti kehilangan seorang tokoh yang menjadi penyiram kesejukan di kala bangsa ini penuh dengan aroma tak sedap korupsi, manipulasi, kebohongan dan kepura-puraan.
Gus, jika kau masih menjadi presiden, tentu nasib bangsa ini tak seperti ini. Sekarang, negara yang pulau-pulaunya mulai habis ‘dicuri’ ini tengah sakit, ada bentrokan, pembunuhan penduduk, penembakan penduduk, semuanya berlaku demi kepentingan cukong pemodal yang memberi fulus kepada para pejabat. Sementara rakyat, tetap melarat dan tak kuasa menerima laknat dan sengsara.
Oia Gus, beberapa waktu lalu, putrimu, Yenny Wahid juga kembali ditelikung oleh orang-orang yang tak suka dengan tekad para GusDurian mendirikan Rumah Politik. Gila, dari kalangan istana oknum bernama Su** Si****hi, masih tetap menjadi orang nomor satu yang tak suka perjuanganmu. Tentu SS itu adalah bagian dari kroni politik penguasa yang dulu memboncengi PKB dan Mu****** I******r sehingga kini telah lepas dari nilai-nilai perjuanganmu.
Kendaraannya sudah diparkir apik di depan istana, dan memperoleh tempat sangat manis di sana. Dan saat pendukung Gus Dur ingin mendirikan Rumah politik yang lebih bisa aspiratif memperjuangkan nilai-nilai Gus Durian, negara ini lagi-lagi tak memberikan izin, bahkan kami dipersulit, ditelikung, serta dibuat luka lewat proses verifikasi di Kementerian Hukum dan HAM.
Gus, kami hanya berharap api dan semangat memperjuangkan nilai-nilai kebenaran tak akan padam di muka bumi ini. Dan itu semua saya yakin masih ada pada pundak para GusDurian yang tak kenal lelah. Saya tahu betul, para pendukungmu sangat berkobar semangat memperjuangkan cita-cita politikmu. Mereka tak kenal lelah, tanpa pamrih dan tak melihat materi demi perjuangan.
Semoga di hari wafatmu, kami masih tetap mencintaimu dan menjunjungtinggi nilai perjuangan. Saya kira, bagi orang-orang yang hanya memanfaatkan namamu bagi sebuah kekuasaan, kiranya diberi hidayah oleh Allah, agar segera kembali ke jalan yang benar, serta lebih mementingkan rakyat, daripada kepentingan pribadinya.
Serta bagi orang-orang yang masih terus berjuang dan mewujudkan rumah politik Gus Dur, semoga Allah berikan selalu kekuatan penuh dan kesehatan agar tetap istiqamah dan semoga Engkau wujudkan impian kami mewujudkan rumah politik yang sebenarnya. Amiiin…
Oia, inya allah pada tanggal 30 Desember 2011 ini, akan digelar Haul untuk Gus Dur di Ciganjur. Silakan datang.
Depok, 26 Desember 2011

