PDI Pengkhianatan, PKB Membela Yang Mana?
3 Maret 2009 at 12:57 pm | In Politika | 9 CommentsTags: Amin, golkar, muhammad amin, PDI Pengkhianatan, pdip, PKB, PKS
Pagi ini, seperti biasa saya langsung buka-buka facebook. Eh… terkaget-kaget, dan terpingkal-pingkal melihat ada dua buah gambar lagi yang sama daya ‘hot’nya dengan gambar-gambar partai sebelumnya yang diplesetkan. Kali ini, gambar itu menuju pada logo partai PDI Perjuangan dan PKB.
Terlepas ngomong etika, kesopanan, ataupun pidana, saya kira kreatifitas memplesetkan logo-logo partai ini sah-sah saja. Karena kita tengah meriuhkan realitas dan fakta yang didengar, dilihat dan dirasakan bersama oleh publik. Dan Amin ini salah satu yang menyadarkan kita dari asiknya menikmati kebohongan, pengkhianatan, perselingkuhan, perzinaan politik, serta sok sucinya aktor-aktor politisi kita.
Namun, catatan saya memang, yang perlu jadi pertimbangan, bahwa Amin telah melempar satu realitas dan fakta di tengah-tengah publik. Sehingga musti ada satu sikap fair, dengan menampilkan seluruh fakta, tanpa ada satupun kenyataan yang disembunyikan. Dalam arti yang sesungguhnya bahwa Amin jangan hanya menampilkan beberapa obyek saja. Kalau memang semua partai menyimpan borok-borok dan kebobrokan, kupas tuntas semuanya, tanpa tersisa satupun!
Itu baru adil dan fair sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah kita kepada publik. Biarkan orang tahu bahwa si-A yang sok suci, si-B yang sering bohong, si-C, yang menghianati amanat rakyat, si-D, si-E, dan seterusnya.
PDI Pengkhianatan
Muhammad Amin memang tak main-main. Kini partai yang memainkan peran oposisi dengan partainya SBY juga di senggol-senggol. PDI Perjuangan diplesetkan menjadi PDI Pengkhianatan.
Menurut pesen Amin yang dikirim ke saya, ia menyebut tafsir ini sebagai Tafsir Majlis Fesbuqiyah atas Logo PDI Pengkhianatan:
“Memalukan menyandang nama Sukarno Putri, visinya jauh dari visi Pak Karno yang hebat”, tulisnya tegas.
Amin menambahkan bahwa PDI Pengkhianatan ini Lahir dari rahim Reformasi, hanya kemudian berkuasa dan berzina dengan Keluarga Cendana.
“Reformasi mati, salah satunya di tangan partai ini”, sebutnya mengakhiri tafsir Tafsir Majlis Fesbuqiyah.
PKB Membela yang Mana?
Meminjam istilah pak Bondan, barangkali kritik dan plesetan Amin ini serasa Maknyus dan Top Martotop.
Setelah PKS dan Golkar, kini giliran PDI P dan PKB. Dan untuk PKB, Amin nyletuk dengan memanjangkan singkatan PKB menjadi Partai Kisruh Bener. Kemudian, huruf italic dibawahnya yang dalam logo asli Partai ini tertulis Membela yang benar diplesetkan menjadi Membela yang Mana.
Refleksi yang betul-betul menjurus. Dan bagi saya, sebuah kenyataan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa kini tengah disetir oleh pihak-pihak yang tak ingin demokratisasi yang disemai Gus Dur tumbuh subur.
Sejak konflik Gus Dur dengan Muhaimin, Pemerintah berikut lembaga turunannya seperti Menkumham, Pengadilan, Mahkamah Agung, hingga KPU sepakat-seiya-sekata-dengan menyanyikan koor-menyingkirkan Gus Dur dari peran-peran strategis kepartaian dan perjuangannya menegakkan demokratisasi di Indonesia. Sementara porsi masinis Gerbong PKB ini mereka serahkan pada sosok yang kita kenal kini sebagai wakil ketua DPR RI.
Walhasil, KPU dalam penentuan calon anggota legislatif lalu, memutuskan hanya menerima daftar Caleg yang bertanda tangan Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy sebagai punggawa Dewan Tanfidz di PKB. Sementara Pemegang Kebijakan utama yang dimiliki Dewan Syura di PKB ditinggalkan, tanpa kompromi.
Inilah tafsir yang saya tambahkan sedikit. Namun, apapun dan bagaimanapun kritik, serta slentingan yang dilontarkan Amin perlu kita ambil nilai-nilai positifnya. Kalau kita menuruti nafsu syaitonirrojim, pastilah yang keluar hanya sumpah serapah yang tak produktif. Apalagi sampai akan menuntut segala seperti kawan-kawan kita itu.
Kalau memang ada yang benar, akui sajalah. Dan kalau memang perlu sanggahan dan penolakan, tampilkan dengan dasar dan narasi yang rasional serta bisa diterima oleh semuanya. Jadi, kita bisa sama-sama menikmati pedas dan maknyusnya kritik si Amin Cepu yang kini mondok di Belanda.
Salam.
9 Tanggapan »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan sebuah tanggapan
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.









[...] lagi karena abang Amin ternyata kembali menelurkan karya besarnya, yaitu membuat plesetan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi Partai Demokrasi Indonesia Pengkhiatan dan Part… wa ka ka ka ka [...]
Ping balik oleh Partai Plesetan Indonesia « this is my nice world — 5 Maret 2009 #
Sangat kreatif bung :)
semoga jadi bahan instrospeksi bagi partai nya.. :)
Comment oleh waw — 5 Maret 2009 #
PDIP Pembohong, dulu Mega jadi Presiden banyak asset negara yang dijual seperti kepulauan dan BUMN. Kalau sekarang jadi Presiden lagi, apa ya kira-kira yang akan ia jual ?????
Comment oleh Peace — 21 Maret 2009 #
BUNG jangan suka menjelekkan orang atau kelompok lain.ka
lo diri anda juga masih bermoral bobrok,kalo mo ngomong liat cermin.apa diri apa diri anda udah bener bersi
h.
Comment oleh SETRO — 24 Maret 2009 #
Aku adalah pengurus partai di tingkat bawah, kemarin katanya program Demokrat adalah NEOLIB yang menyusahkan rakyat, ehh kini baginda TAUFIQ barangkulan.
Mas sampai hari ini luka antar pendukung masih belum sembuh, permusuhan kadang masih timbul, trus kalau komadan sudah berangkulan haruskah aku mencium musuhkun dan menghiba agar dijadikan barisan pendukungnya agar DAPAT REJEKI???????
Comment oleh Heri — 22 Oktober 2009 #
@SETRO
terima kasih atas pengingat anda agar saya selalu ‘bercermin’ dan ‘mematut diri’… sejauh mana orang lain menerima ide-ide kita…
tapi soal moral bobrok, saya kira belum cukup bukti, laiknya KPK sampai menangkap basah, hingga saya patut masuk penjara ‘moral’ karena melakukan kejahatan-kejahatan moral…
salam…
Comment oleh wiwit r fatkhurrahman — 24 Maret 2009 #
Berada di Chiang Mai membuatku iri, berada di Malaysia membuatku tambah iri dan mulai terasa sesak hati ini, Berada Di Singapura membuat ku sangat iri dan berlinang airmata karena sesaknya uneg2 di hati. Teringat rumah2 dari gedeg di Cepu, teringat ketika di Jipang Panolan sodara makan sego jagung lawuh gereh (ikan asin) dan se sachet kecap ABC, Teringat lagi ketika di pojok watu makan lahap sliro (sejenis biawak sungai) karena sudah seminggu hanya makan pakai tempe, Teringat teman lulusan D3 yang hanya jadi tukang becak di stasiun Bojonegoro, Teringat ketika SATPAM MIGAS pintu besar “mbondo” tangan kecilku karena mengambil kresen/ talok di kompleks, teringat tetangga baruku yang orang Batak dan orang Jakarta di Turibang dengan mobil CRV nya dan gaya juragan-NYA, banyak lagi ingatanku antara Cepu, RanduBlatung,Blora, dan Bojonegoro…….
Comment oleh BALUN 'BAlance-UNbalance' — 25 Maret 2009 #
Peace ….hummm..setuju klo di amati emang banyak bener nya …
malu2in bung karno ajja ..
tapi klo ngomong ati2 juga..lha wong keket ma soraya aja di tuntut gara2 salah ngomong yak???mas amin tetap mengungkap misteri bangsa ini
Comment oleh arfah — 1 April 2009 #
Megawati merupakan sosok pemimpin yang pantas untuk memimpin bangsa Indonesia ini. Bukanlah SBY yang selalu mengklaim hasil prestasi yang bukan prestasinya sendiri. Seperti turunnya BBM 3 X bukan merupakan prestasinya PEMERINTAHAN SBY, tetapi penurunan minyak dunia itu disebabkan oleh PENURUNAN HARGA MINYAK DUNIA SECARA OTOMATIS. Jadi saya simpulkan Megawati lebih pantas menjadi Preseiden daripada SBY ataupun JK.
Comment oleh Muhammad Rifqy Romadhoni — 24 Juni 2009 #