
Somasi GD1

Somasi GD2
Saya mendapatkan dua lembar surat dari seorang teman, yang kelihatannya berisi sangat serius. Setelah saya baca, ternyata isinya berupa Somasi Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) terhadap salah satu caleg (calon legislatif) yang mencalonkan diri lewat PKB versi Muhaimin Iskandar. Siapa caleg ini, mantan ketua Lakumham DPP-PKB, H. Ikhsan Abdullah, SH., MH.
“ini teguran terakhir”, kata teman saya itu.
“dia ini sangat mbandel. Gus Dur sudah instruksikan untuk tidak memasang gambar dia, tapi kok yo masih saja memberanikan diri untuk nampang di bawah nama besar Gus Dur. Ngerti hukum gak sih dia?”, tambahnya kesel.
Dia juga menyatakan bahwa Gus Dur telah melayangkan surat berupa instruksi yang melarang dengan keras penggunaan foto maupun gambar dan suaranya dalam seluruh kegiatan Muhaimin Iskandar dan jajarannya (termasuk para caleg-calegnya). Instruksi itu tertuang dalam Surat Nomor: 3750/DPP-01/IV/A.1/XI/2008, tertanggal 3 November 2008 tentang Instruksi Ketua Umum Dewan Syura DPP-PKB.

Salah satu Spanduk Ikhsan di Brebes, tepatnya di samping Pos Polisi Pejagan.
Bahkan, beberapa waktu lalu, imbuhnya, saat deklarasi Gatara di Kabupaten Tegal, Gus Dur, sempat berpapasan dengan mobil saudara Ikhsan, yang telah berubah wajah begitu apik dengan gambar dirinya bersanding mesra dengan Gus Dur.
Hmm… ini memang rumit. Saya sendiri sempat berpikir, bahwa kalau konflik ini berlanjut terlalu lama, bisa-bisa tak akan produktif untuk pembangunan bangsa ke depan. Meski ini sebagai pertikaian internal partai. Namun, saya yakin, ada pengaruhnya bagi sistem kenegaraan kita, dan keberlangsungan bangsa ini untuk terus tersenyum, meski pahit.
“Sampai kapan sih, konflik partai berlambang bintang sembilan ini akan berakhir mas”, tanya seorang awam kepada saya.
Kita tengah sama-sama menunggu jawaban atas pertanyaan orang itu.
NB: bagi yang ingin download surat GD tersebut, silakan klik di sini






