Banjir Jakarta Menagih Nyawa

Banjir Jakarta memakan Korban

Banjir Jakarta memakan Korban

Sedih sekali saya mendengar berita ini.

Memasuki musim penghujan di awal November ini, kita mendengar berita yang tak enak didengar telinga. Taring musim penghujan di wilayah DKI Jakarta sudah kelihatan. Nasib malang menimpa seorang nenek bernama Karmila (59) warga Kampung Pulo, RT 08/02, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tewas saat rumahnya diterjang banjir sekira pukul 14.00 WIB siang tadi.

Sebuah lecutan yang keras bagi pemerintah DKI Jakarta. Musibah yang acap kali terjadi setiap tahun ini bulum juga membuat jera mata dan telinga pihak pemerintah untuk selalu belajar dan belajar dari pengalaman sebelumnya.

Tewasnya warga Jakarta tersebut menjadi satu peringatan keras, bagaimana pemerintah di jantung kekuasaan negeri ini terlampau asik dengan mainan kekuasaannya, sehingga lalai untuk melindungi warganya dari terjangan musibah banjir yang menimpa setiap tahun.

Tampaknya, ini menjadi korban pertama. Apakah akan muncul Karmila-Karmila selanjutnya yang menjadi korban. Kita tidak berharap demikian. Makanya, tulisan ini sekaligus ingin menyuarakan kepada pemerintah kota Jakarta, dan pejabat-pejabat terkait untuk selalu tanggap serta peka akan permasalahan sosial yang terjadi di lingkungannya.

Jakarta ini jantungnya ibukota Negara. Masa, ada musibah banjir sampai menewaskan warganya. Itu kan sangat lucu. Masih ada ternyata di Negara kita, orang mati kena banjir di dekat jantung-jantung kekuasaan. Apa yang dilakukan para pejabat kita di atas selama ini, sampai-sampai musibah banjir yang sudah puluhan tahun dan menjadi masalah klasik terjadi ini tak tertangani serta ditemukan pemecahannya.

Saya berharap pemerintah bisa mendengar aspirasi ini. Jangan kau ‘tuli’ hanya karena kepentingan kekuasaan yang menyibukanmu. Lupakah kau terhadap wargamu yang telah menjunjungmu hingga kau duduk di kursi panas itu. JANGAN SAMPAI NYAWA KORBAN KEMBALI MELAYANG AKIBAT BANJIR JAKARTA. INI PERINGATAN KERAS BUNG.

Berikut ini liputan berita dari beberapa media online terkait musibah tersebut:

Banjir di Kampung Melayu Tewaskan Seorang Nenek

Senin, 3 November 2008 – 14:25 wib
Fahmi Firdaus – Okezone

JAKARTA – Banjir yang menggenangi Kota Jakarta hari ini memakan korban. Seorang warga yang diketahui bernama Karmila (59) warga Kampung Pulo, RT 08/02, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tewas saat rumahnya diterjang banjir sekira pukul 14.00 WIB siang tadi.


Menurut informasi yang dihimpun
okezone di lapangan, Karmila tewas karena tak kuasa menahan cuaca dingin yang menerpa kawasannya. Terlebih, banjir tiba saat kondisinya tidak fit.


“Dia sempat mengaku kedinginan. Dia juga sempat menyelamatkan diri ke atas saat rumah kami kebanjiran dini hari tadi,” ujar suami Karmila, Jalil (60) kepada wartawan, Senin (3/11/2008).


Dia menuturkan, akiban hujan yang melanda sejak Minggu malam, rumahnya tergenang air setinggi pinggang orang dewasa. Akibatnya, korban tidak bisa beristirahat di dalam rumah kontrakannya yang berukuran sekira 4×6 meter tersebut.


Saat ini, jenazah Karmila masih disemayamkan di rumah duka. Sambil dihiasi genangann air yang mulai surut, puluhan warga lainnya nampak membacakan doa buat Karmila.

“Kami kecewa kepada pemerintah yang kurang respons dengan kami. Sebenarnya, banyak warga yang meninggal karena banjir, tetapi tidak pernah diliput media,” pungkasnya. (uky)

Tinggalkan Balasan