Inilah lirik lagu “Gossip Jalanan” yang diambil dari album Plur. Dirilis pada tahun 2004 dan diproduksi oleh Slank Record.
Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi
Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda
Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … Kacau balau negaraku ini …
Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara
Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit
Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar
Dari seluruh lirik lagu tersebut, sebenarnya hanya lirik berjumlah tiga baris yang bersinggungan dengan lembaga anggota dewan. Yaitu lirik:
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit
Tentu saja ini aneh, bila lagu ini yang sudah hampir 4 tahun beredar, baru sekarang mendapat kritikan tajam dari anggota DPR.
Melihat lirik Kontroversial tersebut ternyata kita menilai ada cukup banyak yang kena sentilan. Dari mulai politisi, tentara, praktisi (penegak) hukum, germo (PSK) hingga agamawan (LSM).
Yang paling merasa kebakaran jenggot, kita lihat justru kalangan politisi di Senayan. Mereka merasa syair yang di rilis slank itu, jauh dari moral lah, tidak sopan lah, kata-kata jorok lah, sampai mengkritik kalangan agama.
Namun jika kita cermati, dengan tanggapan DPR yang berlebihan itu menunjukkan betapa wakil rakyat kita itu memang bener-bener telah kotor oleh budaya korupsi seperti yang digambarkan syair itu. Sampai-sampai, mereka begitu reaktif ketika slank menyuarakan syair itu.
Tapi kenyataanlah yang berbicara. Kalangan dewan tak perlu menjawab, menanggapi, dan melakukan gugatan. Jawaban itu semua ada pada diri AMIN NUR NASUTION, Politisi PPP dan anggota Komisi IV yang tertangkap tangan oleh KPK tengah melakukan suap di hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta Selatan, Rabu 9 April 2008 dini hari itu.
Syair lagu di atas di ambil dari Okezone.com (baca) http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/04/08/1/98787